Bagian Tubuh

Peregangan Deep Squat: Tumit Menempel di Lantai

Cara peregangan deep squat yang benar, alasan tumitmu terangkat, dan 6 latihan mobilitas pergelangan kaki, pinggul, serta selangkangan agar nyaman jongkok.

Untuk peregangan deep squat, berdirilah dengan kaki sedikit lebih lebar dari pinggul dan jari kaki menyerong ke luar. Turunkan pinggul serendah mungkin dengan tumit tetap menempel di lantai. Tekan bagian dalam lutut dengan siku dan jaga dada tetap tegak. Tahan 30-60 detik, 2-3 kali. Ganjal tumitmu dengan handuk jika masih terangkat.

Duduk dalam posisi deep squat adalah posisi istirahat yang sangat wajar di berbagai belahan dunia, termasuk kebiasaan jongkok kita sehari-hari. Anak-anak melakukannya secara alami tanpa berpikir. Namun, banyak orang dewasa yang menghabiskan hari-harinya di kursi merasa tidak bisa lagi jongkok serendah itu, atau tumit mereka terangkat dan langsung jatuh ke belakang saat mencobanya.

Deep squat stretch berfungsi ganda: sebagai tujuan akhir sekaligus alat latihanmu. Menahan posisi ini akan meregangkan pergelangan kaki, pinggul, selangkangan, dan punggung bawah secara bersamaan. Dengan latihan rutin, sebagian besar orang bisa merasa jauh lebih nyaman dalam posisi ini hanya dalam beberapa minggu.

Panduan ini akan menunjukkan cara melakukan peregangan ini, apa saja yang biasanya membatasi gerakmu, dan latihan pendukung apa yang bisa membantumu duduk lebih rendah.

Squat Stretch
In the deep squat stretch, the elbows press gently against the inside of the knees

Apa yang Membatasi Gerakan Deep Squat

Deep squat membutuhkan rentang gerak (range of motion) yang luas pada tiga sendi utama: pergelangan kaki menekuk ke depan, lutut menekuk penuh, dan pinggul melakukan fleksi secara mendalam. Jika salah satu sendi rentang geraknya terbatas, tubuhmu akan berusaha mengimbanginya di area lain—biasanya dengan mengangkat tumit, membungkukkan punggung, atau terjungkal ke belakang.

Penelitian menunjukkan dua faktor utama:

Dorsofleksi pergelangan kaki (seberapa jauh tulang keringmu bisa bergerak maju melampaui jari kaki). Dalam sebuah studi terhadap 101 orang dewasa sehat, kemampuan dorsofleksi pergelangan kaki dan rentang fleksi pinggul berkaitan erat dengan seberapa dalam seseorang bisa melakukan squat.1 Pada kelompok yang terdiri dari 147 atlet kampus, mereka yang memiliki skor rendah dalam tes deep squat cenderung memiliki keterbatasan rentang gerak pergelangan kaki saat diuji dengan weight-bearing lunge test.2

Fleksi pinggul. Sebuah studi kecil pada mahasiswa membandingkan orang-orang yang bisa dan tidak bisa melakukan full deep squat. Kelompok yang mampu melakukan squat memiliki rentang fleksi pinggul dan dorsofleksi pergelangan kaki yang lebih baik, serta berat badan yang lebih rendah dan lingkar pinggang yang lebih kecil.3 Bentuk tubuh memang berpengaruh, itulah sebabnya tidak ada satu posisi squat yang seragam dan mutlak tepat untuk semua orang.

Usia juga memberi pengaruh. Orang dewasa yang lebih tua dalam satu studi melakukan squat yang tidak sedalam orang dewasa yang lebih muda, dengan tekukan pergelangan kaki dan lutut yang lebih sedikit serta posisi tubuh yang lebih condong ke depan.4 Ini bukan berarti orang yang lebih tua tidak bisa berkembang, tetapi versi dengan bantuan penopang di bawah ini adalah titik awal yang paling masuk akal.

Cara Melakukan Deep Squat Stretch

Target: betis, pergelangan kaki, selangkangan (adduktor), glutes, pinggul, punggung bawah

Persiapan:

  1. Berdirilah dengan kaki dibuka sedikit lebih lebar dari pinggul.
  2. Putar jari-jari kakimu keluar sekitar 15 hingga 30 derajat. Cari sudut yang memungkinkan lututmu bergerak searah dengan jari kaki dengan nyaman.

Langkah-langkah:

  1. Tekuk lutut dan turunkan pinggulmu lurus ke bawah di antara kedua tumit.
  2. Turunlah serendah mungkin selama tumitmu tetap menapak di lantai.
  3. Rapatkan kedua telapak tangan di depan dada dan tekan siku ke arah sisi dalam lutut.
  4. Angkat dadamu dan biarkan tulang belakang memanjang. Sedikit lengkungan pada punggung bawah saat berada di posisi terbawah adalah hal yang normal.
  5. Bernapaslah perlahan dan biarkan pinggulmu tenggelam sedikit lebih dalam pada setiap hembusan napas.

Durasi: 30 hingga 60 detik, lakukan dua hingga tiga ronde. Begitu posisi ini mulai terasa nyaman, tingkatkan hingga total 2 menit.

Cara mengakhiri gerakan: Letakkan kedua tangan di lantai di depanmu lalu dorong tubuh ke atas menggunakan kekuatan kaki, atau jatuhkan tubuh perlahan ke belakang untuk duduk di lantai.

Poin teknik penting

Kesalahan umum

Tumit terangkat: Ini adalah masalah yang paling umum dan biasanya menandakan keterbatasan rentang gerak pergelangan kaki. Gunakan versi dengan bantuan penopang di bawah ini daripada memaksakan tumit turun.

Jatuh ke belakang: Pusat gravitasimu berada di belakang kaki. Ulurkan tanganmu ke depan atau pegang benda yang kokoh di depanmu.

Lutut ambruk ke dalam: Hal ini sering terjadi jika posisi kaki terlalu sempit atau jari kaki menghadap lurus ke depan. Lebarkan posisimu dan putar jari kaki sedikit lebih keluar.

Menahan napas: Ketegangan justru membuat posisi ini semakin sulit. Bernapaslah perlahan lewat hidung untuk membantu otot lebih rileks.

Versi Modifikasi untuk Pergelangan Kaki dan Pinggul yang Kaku

Mulailah dengan versi mana pun yang memungkinkanmu bertahan dalam posisi squat selama 30 detik tanpa merasa tersiksa.

Heel-Raised Squat

Lipat handuk atau matras yoga dua hingga tiga kali, lalu ganjal di bawah kedua tumitmu. Cara ini mengurangi kebutuhan tekukan pergelangan kaki. Kurangi ketebalan ganjalan sedikit demi sedikit setiap satu atau dua minggu seiring melenturnya pergelangan kakimu.

Counterweight Squat

Pegang beban ringan, seperti piringan beban (plate) seberat 2 hingga 5 kg atau botol air mineral yang terisi penuh, lurus di depan dadamu. Beban ini memindahkan pusat gravitasimu ke depan, sehingga kamu tidak mudah terjungkal ke belakang.

Door Frame Squat

Pegang kedua sisi kusen pintu atau tiang meja yang kokoh, lalu turunkan tubuhmu ke posisi squat. Lenganmu akan menahan sebagian berat badan sementara pinggul dan pergelangan kaki beradaptasi dengan rentang gerak ini. Kurangi bantuan dari lengan secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Box Squat Hold

Duduklah di atas undakan rendah, tumpukan buku tebal, atau balok yoga yang diletakkan di bawah pinggul. Rilekslah di sana selama 30 hingga 60 detik. Ini adalah pilihan bagus jika lututmu terasa tidak nyaman saat menekuk penuh.

Latihan Persiapan untuk Meningkatkan Squat Kamu

Lakukan dua atau tiga dari latihan ini sebelum melakukan deep squat stretch. Latihan ini menargetkan area-area spesifik yang biasanya membatasi kelenturan posisimu.

1. Knee-to-Wall Ankle Stretch

Target: betis (terutama soleus), sendi pergelangan kaki

Persiapan: Berlututlah menghadap dinding dengan satu kaki menapak rata di lantai, jari kaki berjarak sekitar satu telapak tangan dari dinding.

Langkah-langkah:

  1. Pastikan tumit depanmu tetap menempel di lantai.
  2. Dorong lutut depanmu maju menyentuh dinding, sejajar dengan jari kakimu yang kedua.
  3. Tahan selama 3 hingga 5 detik, mundurkan sedikit, lalu ulangi.

Repetisi: 10 hingga 12 kali per sisi.

Progresi: Geser kakimu sedikit lebih jauh dari dinding jika lututmu sudah bisa menyentuh dinding dengan mudah.

Kesalahan umum: Membiarkan tumit terangkat atau lutut melenceng ke arah dalam. Keduanya akan mengurangi efektivitas regangan pada pergelangan kaki.

Knee-to-Wall
Drive the knee toward the wall while the front heel stays on the floor

Peregangan ini sangat mirip dengan posisi tekukan lutut dan pergelangan kaki saat deep squat. Panduan kami tentang peregangan betis dan mobilitas pergelangan kaki memiliki lebih banyak variasi untuk area ini.

2. Leaning Calf Stretch

Target: gastrocnemius (betis bagian atas)

Langkah-langkah: Berdirilah menghadap dinding dengan kedua tangan bertumpu padanya. Langkahkan satu kaki ke belakang, jaga kaki belakang tetap lurus dan tumit tetap menempel di lantai, lalu tekuk lutut depan untuk mencondongkan tubuh ke dinding.

Durasi: 30 hingga 45 detik per sisi.

3. Frog Pose

Target: adduktor (paha bagian dalam), pinggul

Otot-otot selangkangan harus memanjang agar lututmu bisa terbuka ke samping saat berada di titik terbawah squat.

Persiapan: Mulailah dari posisi merangkak (hands and knees), lalu turunkan tubuh hingga bertumpu pada lengan bawahmu.

Langkah-langkah:

  1. Geser lututmu melebar ke samping, jaga agar pinggul tetap sejajar dengan lutut.
  2. Putar kakimu keluar sehingga tepi bagian dalam telapak kakimu menempel di lantai.
  3. Dorong pinggulmu perlahan ke belakang ke arah tumit sampai kamu merasakan regangan di paha bagian dalam.

Durasi: 45 hingga 60 detik.

Opsi lebih mudah: Rapatkan sedikit lututmu dan letakkan alas empuk di bawahnya.

Kesalahan umum: Membuka kaki terlalu lebar secara terburu-buru. Regangan harus terasa bertahap. Rasa nyeri tajam di sisi dalam lutut menandakan kamu harus segera keluar dari posisi ini.

Frog Pose
Frog pose opens the inner thighs so the knees can move out at the bottom of a squat

Untuk variasi latihan paha bagian dalam lainnya, lihat panduan peregangan selangkangan kami.

4. Side Lunge Hold

Target: adduktor, glutes, mobilitas pinggul dengan beban

Langkah-langkah: Berdirilah dengan kaki dibuka lebar dan jari kaki menghadap ke depan. Pindahkan berat badanmu ke satu sisi lalu tekuk lutut tersebut, turunkan pinggulmu sementara kaki yang lain tetap lurus. Pastikan tumit kaki yang ditekuk tetap menempel di lantai.

Durasi: 20 hingga 30 detik per sisi, lakukan dua ronde.

5. Knees-to-Chest

Target: rentang fleksi pinggul, punggung bawah

Langkah-langkah: Berbaringlah terlentang dan peluk kedua lututmu ke arah dada. Biarkan punggung bawahmu rileks menempel di lantai.

Durasi: 45 hingga 60 detik.

Gerakan ini melatih pinggulmu untuk mencapai fleksi mendalam seperti saat squat tanpa memberi beban sedikit pun pada pergelangan kaki atau lutut. Ini adalah pilihan tepat saat kamu merasa lutut atau pergelangan kakimu sedang tidak nyaman untuk squat berdiri.

Rutinitas Harian Deep Squat (10 Menit)

  1. Knee-to-wall ankle stretch: 10 repetisi per sisi
  2. Leaning calf stretch: 30 detik per sisi
  3. Frog pose: 60 detik
  4. Side lunge hold: 20 detik per sisi, dua ronde
  5. Deep squat stretch (gunakan penopang jika perlu): 3 set tahanan selama 45 detik, dengan istirahat 20 detik di tiap set
  6. Knees-to-chest: 45 detik

Untuk sesi terpandu dengan penahanan posisi pinggul yang lebih lama, cobalah rutinitas Hip Opening Foundation. Jika kamu sudah nyaman di posisi terbawah, Squat Hold Strength akan membantumu membangun kekuatan di posisi tersebut. Jika pergelangan kakimu adalah kendala utamanya, tambahkan Foot and Ankle Builder beberapa kali seminggu.

Cara Menyelipkan Waktu Jongkok ke Keseharianmu

Kemajuan tercepat datang dari latihan singkat yang sering dilakukan, bukan dari satu sesi latihan yang panjang dan melelahkan:

Kebanyakan orang menyadari bahwa gerakan squat terasa lebih mudah dalam dua hingga tiga minggu. Untuk bisa menapakkan tumit sepenuhnya di posisi paling bawah bisa membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, tergantung pada rentang gerak pergelangan kaki dan struktur fisikmu. Sebagian orang mungkin akan selalu membutuhkan sedikit ganjalan tumit, dan itu sama sekali tidak masalah.

Siapa yang Perlu Berhati-hati

Deep squat memosisikan sendi lutut dan pinggul pada batas maksimal rentang geraknya. Berhati-hatilah, dan berkonsultasilah dengan fisioterapis atau dokter terlebih dahulu, jika kamu memiliki kondisi:

Segera berhenti jika kamu merasakan nyeri tajam, sendi lutut terasa mengunci atau tersangkut, atau mati rasa pada kaki. Peregangan yang baik seharusnya terasa seperti tarikan otot yang mantap, bukan rasa sakit menusuk pada persendian.

Poin Penting

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama sebaiknya saya menahan deep squat stretch?

Mulailah dengan 30 detik dan ulangi dua hingga tiga kali. Seiring posisi tersebut terasa semakin nyaman, tingkatkan secara bertahap hingga total satu sampai dua menit setiap harinya. Melakukan beberapa kali tahanan singkat yang disebar sepanjang hari sering kali bekerja lebih baik daripada satu tahanan panjang, karena kamu bisa menjaga teknik tetap rapi dan menghindari tekanan berlebih pada sendi lutut.

Mengapa tumit saya selalu terangkat saat melakukan deep squat?

Tumit yang terangkat biasanya menandakan pergelangan kaki tidak bisa menekuk cukup jauh ke depan, sering kali disebabkan oleh otot betis yang kaku, terutama otot soleus. Kecenderungan untuk jatuh ke belakang juga bisa disebabkan oleh keterbatasan rentang gerak fleksi pinggul. Untuk sementara, ganjal tumitmu dengan handuk lipat dan masukkan latihan knee-to-wall serta peregangan betis ke rutinitasmu untuk memperbaiki fleksibilitas pergelangan kaki secara bertahap.

Apakah deep squat stretch buruk untuk kesehatan lutut?

Bagi lutut yang sehat, gerakan deep squat lambat dengan beban tubuh sendiri umumnya sangat aman. Sendi lutut kita memang dirancang untuk bisa menekuk penuh. Namun, orang yang sudah memiliki masalah nyeri lutut, cedera meniskus, atau radang sendi (osteoartritis) mungkin merasa posisi tekukan penuh ini memicu rasa tidak nyaman. Jika itu terjadi, gunakan balok atau bangku di bawah pinggul, jangan turun terlalu dalam, dan mintalah saran fisioterapis mengenai batas kedalaman yang aman untukmu.

Bisakah semua orang melakukan full deep squat?

Sebagian besar orang bisa meningkatkan kedalaman squat mereka secara signifikan lewat latihan rutin, tetapi bentuk akhirnya tidak akan persis sama untuk setiap orang. Bentuk mangkuk sendi pinggul (asetabulum), proporsi panjang tungkai terhadap tubuh, serta ukuran tubuh turut menentukan seberapa dalam kamu bisa berjongkok. Jika kamu tetap membutuhkan sedikit ganjalan tumit setelah berbulan-bulan latihan teratur, hal tersebut merupakan variasi anatomi yang sangat normal dan bukan tanda kegagalan.

Referensi


  1. Kim SH, Kwon OY, Park KN, Jeon IC, Weon JH. (2015). Lower extremity strength and the range of motion in relation to squat depth. Journal of Human Kinetics, 45, 59-69. PubMed ↩︎

  2. Lehr ME, Pettineo SJ, Fink ML, Meyr AJ. (2021). Closed chain dorsiflexion and the regional interdependence implications on fundamental movement patterns in collegiate athletes. Foot, 49, 101835. PubMed ↩︎

  3. Okayama Y, Otsuki S. (2024). Effect of soft tissue, range of motion and muscle strength on deep squatting. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 40, 650-654. PubMed ↩︎

  4. Honda K, Sekiguchi Y, Shimazaki S, Suzuki R, Suzuki T, Kanetaka H, Izumi S. (2022). Effects of aging on whole-body center of mass movement and lower limb joint kinematics and kinetics during deep-squat movement. Journal of Biomechanics, 134, 110996. PubMed ↩︎

Rutinitas peregangan harian kamu, dipandu langkah demi langkah. Dapatkan