Peregangan tubuh bawah yang efektif meliputi kneeling hip flexor lunge, side lunge, leaning 90/90, wall calf stretch, kneeling shin stretch, dan toe squat. Tambahkan peregangan paha depan, paha belakang, dan bokong untuk hasil menyeluruh. Tahan tiap sisi selama 30-60 detik dan ulangi sesering mungkin.
Tubuh bagian bawah menopangmu di setiap langkah, saat menaiki tangga, dan saat melakukan squat. Bagian tubuh ini juga menghabiskan waktu berjam-jam terlipat di kursi. Kombinasi tersebut membuat sebagian otot memendek dan sebagian lainnya menjadi kaku, lalu efeknya pun menjalar. Hip flexor yang tegang mengubah posisi panggulmu. Betis yang kaku mengubah cara lutut bergerak di atas kaki. Jari kaki yang kaku mengubah caramu melakukan dorongan saat berjalan.
Kebanyakan orang meregangkan tiga area yang sama: paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), dan bokong (glute). Area-area tersebut memang penting, dan situs ini memiliki panduan lengkap untuk masing-masingnya. Panduan ini membahas sisa area tubuh bagian bawah lainnya yang sering terlewat: hip flexor, paha bagian dalam, rotasi pinggul, betis, tulang kering, serta telapak dan jari kaki. Dipadukan dengan tiga panduan utama kami, kamu akan mendapatkan rencana latihan tubuh bagian bawah yang menyeluruh.

Tubuh Bagian Bawah, Zona demi Zona
Bayangkan tubuh bagian bawah terbagi menjadi enam zona. Masing-masing membutuhkan posisinya sendiri.
- Pinggul bagian depan: hip flexor, terutama iliopsoas. Duduk membuat otot-otot ini berada dalam posisi memendek selama berjam-jam.
- Paha bagian dalam: adductor. Otot-otot ini mengontrol gerakan menyamping dan menjadi kaku saat kamu jarang bergerak ke arah samping.
- Rotator pinggul: otot-otot bagian dalam yang memutar paha ke dalam dan ke luar. Keterbatasan rotasi sering kali terasa sebagai pinggul yang kaku dan “terganjal”.
- Betis: gastrocnemius dan soleus. Keduanya mengontrol seberapa jauh tulang keringmu dapat bergerak maju melampaui jari-jari kaki.
- Tulang kering dan kaki: otot-otot di bagian depan tulang kering serta otot-otot kecil pada telapak dan jari kaki.
- Paha depan, belakang, dan bokong: quadriceps, hamstring, dan glute. Untuk area ini, lihat panduan peregangan quad, panduan kelenturan hamstring, dan panduan peregangan glute.
Kamu tidak perlu meregangkan setiap zona setiap hari. Pemeriksaan singkat dapat membantumu memutuskan dari mana harus memulai. Bisakah kamu berlutut dalam posisi lunge tanpa pinggangmu melengkung? Bisakah kamu mendorong lutut melampaui jari-jari kaki dengan tumit tetap menempel di lantai? Bisakah kamu duduk di atas tumit dengan jari-jari kaki ditekuk ke dalam? Jika ada yang terasa sulit, mulailah dari sana.
Aturan Dasar Peregangan Tubuh Bagian Bawah
Lakukan pemanasan terlebih dahulu. Berjalan santai, leg swing, atau bodyweight squat selama dua hingga tiga menit akan membuat peregangan awal terasa lebih nyaman.
Jaga kendali panggul. Sebagian besar peregangan tubuh bagian bawah gagal karena panggul miring atau berputar untuk menghindari rasa regang. Setiap peregangan di bawah ini menyertakan petunjuk posisi panggul.
Gunakan jenis peregangan yang tepat pada waktu yang tepat. Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa peregangan statis tepat sebelum beraktivitas menyebabkan sedikit penurunan performa jangka pendek, terutama jika ditahan selama 60 detik atau lebih per kelompok otot. Sebaliknya, peregangan dinamis memberikan sedikit peningkatan performa saat dilakukan beberapa menit sebelum aktivitas.1 Sebelum lari atau berolahraga, lakukan leg swing dan walking lunge. Simpan peregangan statis dengan durasi lebih lama untuk setelah beraktivitas atau dalam sesi terpisah.
Lakukan secara konsisten. Tinjauan terhadap berbagai studi peregangan jangka panjang menemukan bahwa peningkatan rentang gerak berkaitan erat dengan frekuensi mingguan dan total durasi latihan per minggu, dengan anjuran setidaknya lima hari dalam seminggu.2
Peregangan Tubuh Bagian Bawah Terbaik
1. Kneeling Hip Flexor Lunge
Target peregangan: Hip flexor (iliopsoas), pinggul bagian depan, paha depan atas
Cara melakukan:
- Berlututlah dengan lutut kanan bertumpu di lantai beralaskan bantal
- Langkahkan kaki kiri ke depan hingga lutut kiri berada tepat di atas pergelangan kaki kiri
- Masukkan sedikit tulang ekormu ke dalam (tuck) dan kencangkan otot glute kanan
- Dorong pinggulmu sedikit ke depan, jaga postur tubuh tetap tegak
- Angkat kedua lengan ke atas kepala untuk meregangkan sisi samping tubuh
- Tahan selama 45 hingga 60 detik, lalu ganti sisi
Petunjuk penting: Menyelipkan tulang ekor ke dalam jauh lebih penting daripada seberapa jauh kamu mendorong tubuh ke depan. Dengan posisi panggul terkunci, kamu sudah akan merasakan regangan hanya dengan pergeseran beberapa sentimeter saja.
Kesalahan umum: Membusungkan punggung bawah hingga melengkung dan mendorong pinggul terlalu jauh ke depan. Ini memindahkan beban regangan ke punggung bawah, bukan pada hip flexor.
Versi lebih mudah: Letakkan tangan di paha depan dan kurangi dorongan ke depan.
Versi lebih menantang: Angkat lengan kanan ke atas lalu condongkan tubuh perlahan ke arah kiri untuk meregangkan psoas dan sisi samping tubuh secara bersamaan.
Untuk memahami lebih lanjut mengapa area ini mudah menegang, baca penyebab hip flexor selalu tegang.
2. Side Lunge
Target peregangan: Paha bagian dalam (adductor), selangkangan, hamstring bagian dalam
Cara melakukan:
- Berdirilah dengan kedua kaki terbuka lebar, jari-jari kaki menghadap lurus ke depan
- Geser berat badanmu ke arah kanan dan tekuk lutut kanan
- Jaga kaki kiri tetap lurus dan turunkan pinggul hingga kamu merasakan regangan di sepanjang paha kiri bagian dalam
- Letakkan tanganmu di lantai atau di kursi untuk menjaga keseimbangan
- Tahan selama 30 hingga 60 detik, lalu beralih ke sisi lainnya
Petunjuk penting: Pastikan lutut yang ditekuk mengarah ke arah yang sama dengan jari-jari kaki. Jaga dada tetap tegap dan punggung tetap lurus.
Kesalahan umum: Membiarkan lutut yang ditekuk ambruk ke arah dalam. Hal ini membebani sendi lutut alih-alih meregangkan paha bagian dalam.
Versi lebih mudah: Jangan turun terlalu rendah dan peganglah kursi atau dinding untuk menopang.
Versi lebih menantang: Putar jari-jari kaki yang lurus menghadap ke atas ke arah langit-langit dengan tumit tetap menempel di lantai. Ini akan menambah regangan pada hamstring bagian dalam.
3. Leaning 90/90
Target peregangan: Rotasi kedua pinggul, glute, pinggul bagian dalam
Peregangan ini melatih kedua sisi pinggul secara bersamaan. Kaki depan diputar ke luar (eksternal), yang meregangkan pinggul luar. Kaki belakang diputar ke dalam (internal), melatih rentang gerak rotasi internal yang sering kali berkurang tanpa kita sadari.

Cara melakukan:
- Duduklah di lantai dengan lutut ditekuk dan kedua telapak kaki menapak rata, lebih lebar dari pinggul
- Rebahkan kedua lutut ke arah kanan
- Atur posisi kedua kaki hingga masing-masing lutut membentuk sudut sekitar 90 derajat
- Letakkan kedua tangan di lantai di belakangmu dan condongkan badan sedikit ke belakang
- Usahakan kedua tulang duduk tetap sedekat mungkin ke lantai
- Tahan selama 45 hingga 60 detik, lalu ganti sisi
Petunjuk penting: Jaga tulang belakang tetap panjang dan dada tetap terbuka. Tarik napas perlahan dan biarkan pinggul serta lutut turun rileks ke arah lantai.
Kesalahan umum: Membungkukkan dada dan membulatkan punggung agar bisa mencapai lantai. Lebih baik condongkan badan ke belakang dengan bertumpu pada kedua tangan.
Versi lebih mudah: Duduklah di atas selimut tebal yang dilipat atau bantal tipis.
Versi lebih menantang: Angkat tangan dari lantai dan duduklah tegak, atau condongkan dada ke depan melampaui tulang kering kaki depan.
4. Wall Calf Stretch
Target peregangan: Betis (gastrocnemius), tendon Achilles, pergelangan kaki
Sebuah meta-analisis dari berbagai uji acak terkendali menemukan bahwa peregangan betis statis menghasilkan peningkatan kecil namun signifikan secara statistik pada dorsofleksi pergelangan kaki—yaitu kemampuan menggerakkan tulang kering ke depan melampaui kaki.3 Peningkatannya rata-rata sekitar 2 hingga 3 derajat. Meski terdengar sedikit, hal ini justru menjadi alasan penting untuk meregangkan betis secara rutin, bukan sesekali saja.

Cara melakukan:
- Berdirilah menghadap dinding sejauh satu jangkauan lengan, tempelkan kedua tangan di dinding setinggi bahu
- Langkahkan kaki kanan ke belakang, jari-jari kaki menghadap lurus ke depan
- Tekuk lutut depan dan jaga kaki belakang tetap lurus
- Dorong pinggul ke arah dinding hingga kamu merasakan regangan pada betis kanan
- Tahan selama 30 hingga 60 detik, lalu ganti sisi
Petunjuk penting: Tekan tumit belakang kuat-kuat ke lantai. Pastikan kaki belakang mengarah lurus ke depan, tidak memutar ke arah luar.
Kesalahan umum: Membiarkan tumit belakang terangkat atau posisi kaki menyerong ke luar. Keduanya mengurangi efektivitas regangan pada betis.
Versi lebih mudah: Majukan kaki belakang sedikit lebih dekat ke dinding.
Versi lebih menantang: Tekuk sedikit lutut belakang sambil tetap menempelkan tumit ke lantai. Ini akan menggeser fokus regangan lebih rendah ke otot soleus. Lihat panduan peregangan betis dan mobilitas pergelangan kaki untuk variasi lainnya.
5. Kneeling Shin Stretch
Target peregangan: Bagian depan tulang kering, punggung kaki, pergelangan kaki
Bagian depan tulang kering bekerja sangat keras saat kita berjalan dan berlari, namun hampir tidak pernah diregangkan.
Cara melakukan:
- Berlututlah dengan lutut dibuka selebar pinggul dan punggung kaki menempel rata di lantai
- Langkahkan kaki kanan ke depan dan letakkan telapak kakinya rata di lantai
- Duduklah bertumpu pada tumit kirimu
- Letakkan tangan di lantai di belakangmu, dengan jari-jari mengarah ke kaki
- Condongkan badan ke belakang secara perlahan hingga kamu merasakan regangan di sepanjang bagian depan tulang kering dan pergelangan kaki kiri
- Tahan selama 30 hingga 45 detik, lalu ganti sisi
Petunjuk penting: Jaga dada tetap terangkat dan bersandarlah ke belakang secara perlahan. Kaki harus mengarah lurus ke belakang, tidak miring ke samping.
Kesalahan umum: Bersandar ke belakang terlalu jauh dan terburu-buru. Bagian depan pergelangan kaki bisa terasa nyeri menusuk jika dipaksakan.
Versi lebih mudah: Tetaplah dalam posisi tegak dan letakkan handuk yang dilipat di bawah pergelangan kaki.
Versi lebih menantang: Angkat lutut dari kaki yang berlutut beberapa sentimeter dari lantai saat kamu bersandar ke belakang.
6. Toe Squat
Target peregangan: Jari-jari kaki, telapak kaki, plantar fascia
Cara melakukan:
- Berlututlah dengan punggung kaki menempel di lantai
- Tekuk jari-jari kakimu ke dalam sehingga kamu bertumpu pada bantalan telapak kaki (ball of the foot)
- Duduklah perlahan ke belakang di atas tumitmu
- Istirahatkan tangan di atas paha dan duduklah dengan tegak
- Tahan selama 20 hingga 45 detik, lalu luruskan kembali jari-jari kaki dan istirahat
Petunjuk penting: Bagi beban tubuh secara merata ke seluruh kelima jari kaki. Pastikan jari kelingking juga ikut menekuk ke dalam, tidak terlipat ke samping.
Kesalahan umum: Menjatuhkan seluruh berat badan ke tumit secara tiba-tiba. Duduklah secara perlahan dan bertahap.
Versi lebih mudah: Letakkan kedua tangan di lantai di depanmu untuk mengurangi beban tumpuan pada kaki.
Versi lebih menantang: Tambah durasi tahanan sebanyak 10 detik setiap minggunya, hingga mencapai sekitar 60 detik.
Menambahkan Latihan untuk Quad, Hamstring, dan Glute
Untuk fleksibilitas tubuh bagian bawah yang lengkap, tambahkan satu gerakan peregangan dari masing-masing tiga panduan utama ke dalam rutinitas di bawah ini. Peregangan quad sambil berdiri atau berlutut, peregangan hamstring sambil berbaring telentang menggunakan strap, serta figure four terlentang untuk glute sangat cocok dikombinasikan dan hanya butuh waktu sekitar tiga menit. Setiap panduan menjelaskan posisi, kesalahan umum, dan perkembangannya secara mendalam.
Rutinitas Tubuh Bagian Bawah 7 Menit
- Leg swing: 10 kali ke depan dan belakang, 10 kali ke samping per kaki
- Kneeling hip flexor lunge: 45 detik per sisi
- Side lunge: 30 detik per sisi
- Leaning 90/90: 45 detik per sisi
- Wall calf stretch: 30 detik per sisi
- Kneeling shin stretch: 30 detik per sisi
- Toe squat: 30 detik
Jika kamu lebih suka latihan yang dipandu timer, Lower Body Flexibility Foundation adalah rutinitas pemula lima menit untuk pinggul, quad, dan glute. Program Lower Body Flexibility Builder menambahkan variasi lunge yang lebih dalam, peregangan quad sambil berlutut, serta pigeon pose. Sementara itu, Lower Body Flexibility Immersion menambahkan gerakan 90/90 dan durasi tahanan yang lebih panjang.
Berapa Lama hingga Hasilnya Terasa?
Kamu biasanya akan langsung merasa lebih rileks dan lemas sesaat setelah sesi latihan, tetapi efek jangka pendek tersebut akan memudar. Perubahan permanen pada kelenturan pinggul dan betis umumnya membutuhkan beberapa minggu latihan rutin. Pilih satu tolok ukur sederhana—seperti jarak lutut ke dinding untuk kelenturan pergelangan kaki, atau seberapa tegak kamu bisa duduk dalam posisi 90/90—lalu periksa kembali setiap dua minggu. Jika perkembangannya belum terlihat setelah enam minggu berlatih konsisten, ubah pendekatanmu: tahan pose lebih lama, tambahkan latihan penguatan pada rentang gerak penuh, atau konsultasikan dengan profesional untuk memeriksa area tersebut.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Peregangan tubuh bagian bawah tergolong aman bagi sebagian besar orang, tetapi berhati-hatilah jika kamu memiliki kondisi berikut:
- Operasi penggantian sendi panggul: Posisi pinggul tertentu, seperti rotasi dalam pada gerakan 90/90, mungkin dibatasi pascaoperasi. Ikuti arahan dokter bedahmu.
- Cedera selangkangan (groin strain) atau hernia: Hindari side lunge yang terlalu dalam dan posisi kaki terbuka lebar sampai kondisinya dievaluasi oleh dokter.
- Nyeri pada tendon Achilles: Meregangkan tendon Achilles yang sedang meradang justru bisa memperparah cedera. Nyeri tendon biasanya memerlukan program pembebanan bertahap (loading program), bukan peregangan berlebih.
- Masalah lutut: Jika berlutut terasa sakit, gunakan bantalan tebal atau beralihlah ke variasi peregangan berdiri.
- Kehamilan: Perubahan hormon meningkatkan kelenturan sendi secara berlebih (joint laxity). Jangan memaksakan peregangan hingga batas maksimal rentang gerakmu.
- Nyeri yang menjalar ke kaki: Rasa panas, kesemutan, atau kebas bisa bersumber dari saraf yang tertekan. Jangan melakukan peregangan saat merasakan sensasi tersebut.
Temui fisioterapis atau dokter jika rasa nyeri bertahan lebih dari dua minggu, semakin memburuk saat diregangkan, atau disertai pembengkakan, rasa lemas, maupun mati rasa. Segera cari pertolongan medis jika timbul nyeri betis mendadak yang disertai bengkak, rasa hangat saat disentuh, atau kemerahan, karena hal tersebut bisa menjadi tanda penggumpalan darah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa sering aku harus meregangkan tubuh bagian bawah?
Lima sesi atau lebih per minggu adalah frekuensi yang baik bagi kebanyakan orang. Setiap sesi cukup singkat saja, sekitar tujuh hingga lima belas menit. Riset mengenai peregangan jangka panjang menunjukkan bahwa frekuensi mingguan dan total durasi latihan per minggu jauh lebih berpengaruh daripada satu sesi latihan yang panjang. Jadi, latihan singkat yang rutin jauh lebih efektif dibanding satu sesi maraton di akhir pekan saja.
Apakah aku boleh meregangkan kaki sebelum berlari?
Sebelum berlari, utamakan gerakan dinamis seperti leg swing, walking lunge, dan butt kick. Menahan peregangan statis terlalu lama tepat sebelum beraktivitas dapat sedikit menurunkan performa otot untuk sementara waktu. Jika ingin melakukan peregangan statis sebelum lari, batasi durasinya di bawah 30 detik, dan simpan gerakan dengan durasi lebih panjang di panduan ini untuk dilakukan setelah selesai berlari.
Mengapa kakiku tetap terasa kaku meski sudah sering peregangan?
Sensasi kaku tidak selalu berarti ototmu memendek. Kelelahan, otot yang kurang kuat pada posisi memanjang, atau saraf yang teriritasi juga bisa memicu rasa kaku. Pastikan kamu sudah meregangkan otot dengan frekuensi yang cukup, lalu padukan dengan latihan penguatan pada rentang gerak penuh, seperti deep split squat dan calf raise dari anak tangga.
Lebih baik meregangkan tubuh bagian bawah di pagi atau malam hari?
Keduanya sama baiknya. Banyak orang merasa lebih kaku di pagi hari, sehingga beberapa gerakan lembut bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman untuk memulai hari. Sesi di malam hari sering kali terasa lebih rileks karena suhu otot sudah hangat, memudahkanmu menahan pose lebih lama. Waktu terbaik adalah waktu yang paling konsisten bisa kamu jalani setiap hari.
Artikel Terkait
Referensi
Behm DG, Blazevich AJ, Kay AD, McHugh M. (2016). Acute effects of muscle stretching on physical performance, range of motion, and injury incidence in healthy active individuals: a systematic review. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 41(1), 1-11. PubMed ↩︎
Thomas E, Bianco A, Paoli A, Palma A. (2018). The Relation Between Stretching Typology and Stretching Duration: The Effects on Range of Motion. International Journal of Sports Medicine, 39(4), 243-254. PubMed ↩︎
Radford JA, Burns J, Buchbinder R, Landorf KB, Cook C. (2006). Does stretching increase ankle dorsiflexion range of motion? A systematic review. British Journal of Sports Medicine, 40(10), 870-875. PubMed ↩︎